Ada Rahasia di Balik Kisah
Sampai saat ini dia belum juga menemukan ibunya.sudah hampir 2 tahun dia mencari keberadaan ibunya,sekarang dia tinggal bersama dengan orang tua angkatnya. Dia mempunyai seorang adik laki-laki,adik tiri tepatnya. Denisa Wulandari seorang mahasiswi jurusan psikologi universitas padjajaran bandung,usianya kini menginjak 22 tahun mahasiswi semester 5 ini kini sedang sibuk dengan hobinya yaitu menulis hampir setiap hati dia menuliskan kisah nya di laptop silver kesayangannya. Dia selalu menuliskan kisah hidupnya mencari ibu kandungnya yang sampai saat ini belum ketemu.
“ Ka nisa nulis apa sih???ade boleh baca ga ka??”tanya rino yang penasaran didepan kamar denisa
“Eh ada bubu,masuk sini masuk ,kaka lagi nulis cerita..hemph bubu nanti aja bacanya ya kalo udh selesai..bubu belum tidur??” jelasnya pada bubu. Bubu adalah panggilan kesayangan denisa pada rino.
“ Aku boleh tidur sama kaka ga??”tanya nya lagi
“boleh donk ..bubu tidur duluan ya,kaka mau nerusin nulis lagi ok” kata denisa sambil menarik selimut untuk bubu..
‘sepertinya saat ini aku kehabisan ide untuk mencari keberadaan ibu kandung ku..apakah ada petunjuk tentang ibuku??apakah mama dan papa tahu dimana ibuku?? Rasa rindu ini tidak bisa ku bendung lagi.Sudah lama sekali aku ingin memeluk dia..”Ya tuhan bantulah aku untuk mencari ibuku amin”..
Denisa menutup laptop kesayangannya dan langsung menuju tempat tidur yang sudah ada bubu di kasurnya. Beberapa hari ini bubu sering sekali tidur dengan denisa,entah apa yang sedang terjadi pada bubu sekarang ini.
*** Pagi pun tiba,sejuknya udara pagi membuat denisa malas bangun dari tempat tidurnya,karena hari ini hari sabtu.
“ Nisa..Denisa..Ade..” teriak mama pada mereka berdua. Sementara itu dikamar denisa tidak merespon apa-apa ketika mamanya memanggil.
“ Hari ini ade tidur bareng lagi sama denisa ma?” tanya papa sambil membaca Koran
“ iya pah..tumben si ade tidur terus sama denisa..”jawab mama denisa..5 menit tidak ada yang merespon,akhirnya mama langsung menuju kamar denisa diatas. Mama melihat denisa dan rino masih tertidur sangat pulas,dengan sergapnya mama membuka gorden kamar denisa,cahaya matahari langsung masuk ke kamar denisa.
“ Ade,ayo bangun sudah pagi..kamu kan ada les piano hari ini de..”ujar mama sambil menepuk bahu rino. Rinopun akhrinya bangun dengan sikap yang malas-malasan dia meninggalkan kamar denisa dan bergegas ke kamar mandi. Kini giliran denisa yang dibangunkan,sikap denisa pun tidak berebeda dengan bubu alias rino.
“ Nisa,hari ini kamu antar rino ya les piano soalnya mama ada perlu sebentar” suruhnya pada denisa..denisa hanya membalasnya dengan menggangguk malas.
Jam sudah menunjukan pukul 08.00 waktunya mengantar rino ke tempat les. Denisa tidak lupa membawa laptop kesayangannnya dan membawa selembar kertas yang berwarna merah yang dimasukan ke dalam tasnya. Sesampainya ditempat les,denisa bertemu dengan kak hadyan. Kak hadyan adalah guru les rino sudah 1 tahun ini rino diajar olehnya. Denisa mengaguminya karena dia sangat mahir bermain piano.
“ Hey nisa,lama ga ketemu” sapa hadyan padanya
“ Hey juga kak,iya lumayan lama juga..maap ka kira-kira bubu lesnya selesai jam berapa ya?? Tanya denisa dengan sikap malu-malu
“bubu??” sambung kak hadyan dengan raut wajah yang bingung mendengar nama bubu
“eh,iya maaf ka..maksud aku rino” kata denisa dengan cepat
“ Oh rino..paling jam 1 siang udah selesai “ ujarnya dan pamit pada denisa untuk masuk kelas. Sambil menunggu rino selesai denisa kembali mengeluarkan laptopnya dan langsung meneruskan tulisannya yang belum tahu endingnya karena ia masih belum bisa menemukan ibu kandungnya. “ hari ini HD terlihat sangat ganteng dengan kemeja putihnya. Senang sekali bisa melihat HD disini, dulu aku sangat dekat dengan HD hamper setiap hari aku ketemu dengannya tapi karena sesuatu aku menghindarinya mungkin alasanku kurang nasuk akal tapi aku harus melakukan itu”.
“ Rino,kita dicuekin nie sama ka denisa” sindir Hadyan melirik ke arah denisa. Mendengar suara itu denisa dengan cepat langsung menoleh ke samping,terlihat wajah kaget denisa melihat mereka berdua.
“ Lho??sejak kapan kalian berdua disini?”tanya denisa penasaran sambil memasukan laptopnya
“Dari tadi “ ucap mereka kompak
“ oh,maap ya aku keasikan nulis..”jawabnya polos disertai dengan tertawa keci
“ Bubu laper ka, makan yuk ,ka hadyan ikut yuk ” Ajak rino
Tanpa berpikir panjang hadyan pun menginyakan ajakan rino untuk makan siang bersama. Di restoran rino terus mengejek denisa dengan hadyan.Denisa pun merasa malu dengan hadyan
“Kamu suka nulis ya?” Tanya hadyan spontan
“ Iya ka,ka denisa itu suka nulis”serobot rino dengan cepat. Denisa hanya membalasnya dengan senyuman, dan matanya langsung mengarah ke televise yang berukuran 21 ins yang sedang menyiarkan berita orang hilang,dengan sigap denisa langsung menulis nomor telepon stasiun tv yang menyiarkan berita itu.
“ka,minta tolong anterin rino pulang ya..soalnya aku ga bisa ada urusan mendadak” Ucap denisa yang langsung bergegas bangun dari kursi dan meletakan kunci mobil dimeja. Dengan wajah bingung hadyan hanya menggangguk pasrah.
Mungkin dengan cara ini denisa bisa menemukan ibunya,tapi ada satu kendala dia tidak tahu wajah ibunya.bagaimana dia bisa menemukan ibunya sementara diapun tidak tahu dengan wajah ibunnya.Denisa terduduk lemas di taman yang biasa didatangginya. Mata denisa merah dan ada air yang menetes dari kedua matanya. Malam datang.. Hpnya terus berdering denisa tidak memperdulikannya sama sekali, “ 15 panggilan tak terjawab MAMA”. Denisa sudah mulai putus asa bagaimana ia bisa tau wajah ibunya,dengan perlahan denisa beranjak dari duduknya dan berjalan menunduk lemas.
“ denisa?? Ngapain kamu malam-malam sendirian disini?” tanya sachi sahabat denisa,langkah denisa terhenti dan langsung melihat ke arah sachi. Pandangan nya mulai samar-samar dan denisa jatuh pingsan. Situasi makin panik ketika sachi memberitahu keluarganya dan menelpon hadyan. Bau obat dirumah sakit ini sangat menyengat,denisa paling tidak suka rumah sakit karena dia harus mencium obat yang sangat menyengat.
Jam berputar sangat cepat tak terasa sudah pagi, denisa masih terbaring lemas diranjang dengan selang infusan ditanganya. Mama yang setia menemaninya dari semalam dan ada Hadyan dan sachi juga yang masih menunggu denisa sadar.
“ Mama,aku mau pulang aku engga suka disini “kata denisa yang menepuk punggung mamanya dengan pelan. denisa yang bersikeras ingin pulang dan ingin melepaskan selang infuse yang terpasang ditangannya. Mendengar teriakan denisa hadyan dan sachi pun terbangun dari tidurnya.
“ Denisa??kamu kenapa??” tanyanya khawatir. Denisa terlihat sangat keget ketika melihat sachi disamping hadyan ada rasa senang ada juga rasa sedih. Karena ia punya janji dengan sachi yang belum dia bisa tepati. Sachi hanya melirik hadyan yang begitu perhatian dan sangat khawatir,karena pada saat denisa pingsan hadyanlah yang paling gelisah dan khawatir dari pada mama dan papanya. Mama menjelaskan kapada hadyan dan sachi tentang keinginannya untuk pulang karena denisa paling benci rumah sakit. Hadyanpun menghampiri tempat tidur denisa dan mencoba menengkannya,melihat hal itu sachi makin sakit hatinya. 3 hari sudah denisa berada dirumah sakit,dan hari ini denisa diperbolehkan pulang oleh dokter karena kondisinya sudah mulai membaik..
“Bodoh sekali aku,bagaimana aku bisa menemukan ibu kandungku wajahnya saja aku tidak tahu. Perjuanganku kini sia-sia aku tidak bisa bertemu dengan ibu kandungku,aku ingin sekali bertanya pada mama dan papa tapi aku takut melukai hati mereka berdua karena mereka berdua lah yang selama ini mengasuhku. Ya Allah tolong berilah petunjuk kepadaku agar aku bisa bertemu dengan ibu kandungku walaupun hanya dalam mimpi,rasa rindu ini semakin lama semakin besar izinkan lah aku bertemu dengannya untuk pertama kalinya dan bantulah aku untuk menyelesaikan masalahku tentang janjiku pada sachi bahwa aku akan membuat hadyan jatuh cinta padanya,tapi aku sepertinya aku juga suka pada hadyan.apa yang harus aku lakukan ya allah,buatlah semua ini menjadi mudah Amin.
Itulah sepenggal keinginana denisa yang belum bisa terwujud saat ini,dia berharap akan ada keajaiban untuknya. Denisa tidak ingin kecewa untuk kesekian kalinya, denisa ingin bertemu dengan ibunya hanya itu saja yang dia minta sejak lama tapi belum bisa terwujud.
Mungkin ini akan sedikit melukai hati kedua orangtua nya tapi denisa terpaksa melakukan ini karena rasa rindunya sudah sangat besar pada ibu kandungnya,dan denisa sampai saat ini hanya bisa berusaha dan berdoa agar dia dapat bertemu dengan ibunya. Dan terdengar suara mobil yang berhenti tepat dirumah denisa.
“ malam tante,denisa nya ada?” ujar sachi singkat
“oh sachi,ada ko masuk aja denisa ada dikamar ko” jawab mama santai.
Sachi segera bergegas ke kamar denisa,dan sachi melihat denisa yang tertidur tepat didepan laptop kesayangannya ,sachi pun masuk kedalam dan berniat membangunkan denisa tetapi sachi mengurungkan niatnya,tidak sengaja sachi membaca tulisan denisa yang belum sempat di tutup. Bergegas sachi meninggalkan kamar denisa,melihat sachi berlari dari kamar denisa dan langsung pergi tanpa pamit, mama denisa pun bingung kenapa sikap sachi seperti itu,dengan rasa penasaran mama denisa juga pergi ke kamar denisa.dan tanpa sengaja mama juga membaca tulisan denisa. Terlihat air mata mama mulai menetes ketika membaca tulisan denisa dan dengan perlahan mama menutup laptop denisa dan menyelimuti denisa yang tertidur di depan laptop kesayangannya.
Keesokan harinya denisa terbangun dari tidur nya.wajahnya terlihat sangat bingung ketika ada yang menutup laptopnya dan ada selimut di punggungnya Seingatnya laptopnya belum ditutup dan belum di…..dengan sergap denisa langsung membuka laptopnya dan melihat tulisannya yang belum sempat disimpan denisa bisa bernafas lega karena tulisan yang semalam sudah disimpan,denisa bertanya-tanya siapa yang menyipan file tulisan denisa ini.
Dan dengan cepat denissa langsung turun ke bawah dan menemui mama dan papanya.terlihat wajah yang sendu di wajah mamanya seperti habis ada yang terjdi,denisa semakin bingung dengan keadaan rumah yang tiba-tiba berubah menjadi aneh.
“pa,mama kenapa??ko kya habis nangis ya???”tanya denisa pelan kepada papanya.
Tanpa mejawab pertanyan,menarik tangan denisa dengan lembut dan mengajaknya pergi keluar rumah. Dan denisa pun dibawa kesuatu tempat yang sangat asing baginya,ditambah lagi dengan papa denisa diam tidak mau menjawab pertanyaan denisa.sampailah mereka disebuah panti asuhan “Fatimah”.disana terlihat banyak sekali anak-anak yang seumuran dengan rino adik denisa dan seumuran denganya.
“pa,ko kita ke panti asuhan??papa mau jadi donator ya??”tanya denisa dengan wajah polos,dan papa denisa pun hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.
“assalamualaiku ibu”sapa papa denisa apada seseorang yang sedang duduk di kursi.
“walaikumsalam pa indra,silakan masuk”balas ibu-ibu paruh baya itu.
“denisa,ini ibu mei pengurus panti asuahan disini”ujar papa denisa
“oh.ini denisa..sudah besar ya”sambung ibu mei..dennisa hanya tersenyum.
Ruangan itu sesaat menjadi hening,dan papa pun mencerita kan kenapa denisa dibawa ke panti asuhan itu,ditambah lagi dengan penjelasan ibu mei..denisa terkejut ketika mendengar cerita itu.ternyata denisa diadopsi oleh papa indra di panti asuhan itu sejak umur denisa mah 1 bulan,papa atau pun mama denisa tidak pernah bercerita tentang hal ini,papa hanya bilang kepada denisa pada saat denisa smp kalau denisa adalah anak angkat mereka,air mata denisa jatuh ketika mendengar semua itu..dan ibu mei membawakan sesuatu,berupa kalung yang ditinggalkan untuknya dari ibu kandungnya.tangis denisa mulai pecah di dalam ruangan itu.ibu mei memberi suatu tempat yang bisa didatangi oleh denisa.tapi tangis denisa semakin tersedu-sedu..sebenarnya tempat apa yang diberitahu oleh ibu mei???papa dan denisa pamit dengan ibu mei dan langsung menuju tempat tersebut,sebelum kesana denisa menyempatkan untuk membeli beberapa bunga mawar putih.dan tibalah denisa di ditempat yang sepi,hanya ada beberapa orang disana,dengan memakai baju hitam-hitam,saat itu denisa tidak mau kluar karena dia tidak suka dengan tempat ini,papa pun membujuk denisa dan memapahnya keluar dari mobil dengan badan yang lemas..denisa pun tiba disalah satu tempat itu..ya tempat itu adalah tempat pemakaman umum,dimana ibu kandung denisa disemayankan ditempat itu,dengan sikap lemas denisa terjatuh dari tangan papanya dan tertunduk lemas di depan makam ibu kandungnya.tangis denisa semakin meledak-ledak ketika mengusap Nissan ibu kandungnya.sementara disisi lain mama denisa terus-menerus menangis dan sachipun hatinya terluka ketika membaca tulisan denisa,telpon papa berdering,terlihat wajah panic papa saat menerima telpon dri rumah,papa pun mengajak denisa ke rumah sakit karena mamnya pingsan,denisa sangat keget ketika mendengar berita itu,dengan cepat denisa berdiri dan mengucapkan salam perpisahan untuk ibu kandungnya dan langsung pergi melesat kerumah sakit,dirumah sakit sudah ada rino,hadyan dan sachi.
“gimana keadaan mamaku ka?”tanya denisa panic pada hadyan
“mama kamu engga apa-apa ko,tenang ya..sini duduk”suruh hadyan..melihat hal itu air mata sachi menetes.
“loh,ka sachi kenapa nangis??”tanya rio polos,mendengar ucapan rio hadyan dan denisa langsung melirik ke arah sachi.
“kaka engga apa-apa..Cuma kelilipan aja nie matanya”ujarnya dengan cepat.denisa pun berfikir ada apa dengan sachi tidak mungkin dia kelilipan,baru saja denisa ingin menghampiri sachi papa memanggil denisa untuk masuk melihat mama.
“ma,mama kenapa ko bisa pingsan sie??mama mikirin apa emang??”kata denisa dengan wajah yang panic.
“mama engga apa-apa sayang..mama udh tau dari papa semua soal…”jelas mama
Belum selesai mama berbicara denisa memotong kata-kata mama dan meminta maaf kepada mamanya karenanya mama pingsan. mama denisa pun bercerita kalo mamanya tidak sengaja membaca tulisan denisa.dan bilang kalo saat itu sachi datang kerumah.denisa keluar dari kamar rawat dan langsung menemui sachi.
“sachi..tungguuu!!!!”panggil denisa…”sachiii…”.
Sepertinya sachi sengaja menghiraukan panggilan denisa,dan denisa berlari menuju kearahnya lalu menarik tangan kanannya.
“sachi km kenapa sih??”
“masih tanya kenapa??jujur aku kecewa sama kamu….klo kamu juga suka sama hadyan kamu bilang dari awal sama aku,jdi aku ga repot-repot nyuruh kamu buat bikin hadyan jatuh cinta sama aku..kalo kamu kaya gini,sama aja kamu bohongin perasaan kamu nisa dan secara engga angsung kamu udh nyakitin hati aku dengan kebohongan janji mu itu”jelas sachi dengan emosi dan air mata yang mulai menetes.denisa terlihat serba salah ingin menjawab apa..karena ini juga salahn ya,kenapa ia harus berbohong dengan sahabatnya.
“oke,aku yang salah..aku minta maaf sama kamu..kamu boleh marah sama aku..tapi please kamu jangan benci sama aku”:pinta denisa.
“sachi..aku bener-bener minta maaf sama kamu..aku engga ada niat sama sekali untuk menghiati kamu”kata denisa sambil meraih tangan kanan sachi.
“maafin aku juga ya nis,aku tau aku terlalu egois aku Cuma memikirkan perasaan aku aja,aku ga mikirin perasaan kamu”ucapnya
“aku bener-bener ga ada niat buat menghinati kamu sas”jelas denisa dengan terisak-isak
“iya nis,aku tahu ko kamu engga akan begitu”katanya samnil memeluk denisa
Keesokan harinya..
Hari ini merupakan hari yang sangat membahagikan bagi denisa karena mamanya sudah bisa pulang dari rumah sakit dan hubungan denisa dengan sachi pun kembali baik.
“Alhamdulilah ya allah terima kasih karena engkau telah memberiku keluarga dan sahabat yang sangat baik dan sayang padaku,aku tahu apa yang aku lakukan kemarin telah membuat orang terluka. Aku sudah ikhlas menerima kepergian ibu kandungku,walaupun awalnya sangat berat,tetapi ada mama, keluarga ku dan sahabat terbaikku yang selalu menguatkan aku. Tapi ada satu hal yang meganjal dihatiku yaitu HADYAN…bagaimana dengannya,sudah bebrapa hari ini dia tidak terlihat semenjak kejadian dirumah sakit. Apa yang sedang terjadi dengannya,mengapa hati ini gelisah ya allah..
Denisa kembali menutup laptopnya lalu menuju ke ruang tamu karena semua keluarganya sudah berkumpul untuk makan malam. Terlihat raut wajah denisa yang kurang bersemangat.
“ ka denisa,tadi aku ketemu sama ka hadyan.terus dia kasih ini ke aku katnya aku suruh kasih ke kaka” ucap bubu sambil memberikan sebuah surat. Selesai makan malam denisa langsung meuju kekamar dan langsung membaca surat dari hadyan,surat itu berisi kalau hadyan ingin bertemu dengan denisa untuk yang terakhir kalinya karena ia harus pulang ke kampung halamannya untuk meneruskan kuliah S2 nya.
Sepertinya cuaca hari ini tidak mendukung. Langit terlihat mendung yang menandakan akan segera hujan,tapi tak mengurungkan niat denisa untuk bertemu dengan hadyan ditaman. Denisa sudah sampai ditaman tetapi tidaka terlihat sosok hadyan datang.denisa memilih duduk di bangku,dan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.
Tiba-tiba ada seseorang yang sedang memayungi denisa
“ Hadyan?”denisa tertegun melihat hadyan yang berdiri di sampingnya sambil memayunginya
“maaf aku telat,aku kesini Cuma mau bilang kalau sebenarnya aku udah lama suka sama kamu,aku sayang dan cinta sama kamu,aku Cuma ga pengen kalau aku pergi aku masih menyimpan perasaan ini”jelasnya sambil memegang tangan kanan denisa. Terlihat sekali wajah denisa yang sangat kaget.
“kenapa kamu mau pergi?”tanya denisa
“ aku harus pergi karena aku udah ga bisa disini lagi”
“kenapa engga bisa?”denisa yang ngotot
“karena….”belum selsai bicara,hadyan langsung memeluk denisa.tanggis denisa pecah.
“aku engga pengen kamu pergi,aku juga sayang sama kamu,aku ga pengen kamu ninggalan aku hadyan.udah cukup ibu kandungku yang pergi,tapi kamu jangan pergi” pintanya dengan nada lirih. Hadyan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata denisa yang jatuh dibarengi dengan derasnya hujan saat itu.
“ Aku janji aku engga akan pergi ninggalain kamu” ucapnya sambil memenangkan denisa yang masih menangis.
“bener ya kamu enggaakan pergi ya” ujar denisa
“Sungguh besar karuniamu ya allah karena telah membuat hari-hari ku sangat indah.terima kasih untuk hari ini karena kau telah mempertemukan aku dengan hadyan,atas kehendakmu aku bisa bersatu dengan hadyan,dan terima kasih karena engkau telah menemukan seseorang yang pantas untuk sachi. Aku sangat bersyukur kepada-Mu. Tanpa bantuanmu aku tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah ini semua.
Ini merupakan suatu awal yang baru untukku,karena aku bisa menjalani hidupku kini dengan rasa bahagia. Mereka semualah orang-orang yang dapat membuat ku bahagia,karena merekalah hidupku kini semakin berwarna..
Terima kasih mama,papa,bubu,sachi dan pacarku Hadyan yang selalu memberikan dukungan serta motivasi untukku. Tanpa mereka aku tidak bisa apa-apa,dan karena mereka aku menjadi orang yang berani. Karena kasih sayang mereka akan selalu membuat hidupku lebih berarti.”
Denisa akhirnya bisa menamatkan cerita tentang kehidupannya.
dan semua ini memang tidak akan berhasil tanpa ada orang yang selalu memberi dukungan untuknya. Selalu ada rahasia dibalik suatu peristiwa yang dapat mengajarkan kita akan arti kehidupan yang sesungguhnya.
-selesai-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar